09 Agustus 2012

Last Chapter of My First Romance Story




Dear God, Jesus Christ..

Engkau Tuhan yang luar biasa. Rencana-Mu adalah rancangan luar biasa. Tuhan mengerti yang terbaik untuk umat-Mu. Semua adalah Maha Karya.

Sayangnya Tuhan, aku sebagai manusia berdosa, manusia biasa, sangat susah untuk memahami apa yang menjadi kehendak-Mu. Aku tidak tau apa yang terbaik untuk diriku ini sesuai kehendak-Mu.

Tuhan, Engkau pasti mengetahui dan mengerti bagaimana dan apa yang terjadi antara aku dan pacarku. Tuhan lebih mengerti. Lagipula, aku seperti tiada daya lagi mengulang dan mengulas semuanya.

Dia sudah aku anggap dan aku nobatkan sebagai anugerah dan hadiah satu-satunya dari Tuhan untukku. Mungkin di situ lah letak kebodohanku. Aku terlalu percaya diri.

Tuhan, kini hubungan kami benar-benar di ujung tanduk. Aku sayang banget samanya. Emosiku meluap, baik marah maupun sedih. Aku susah menerima kondisi ini.
Tuhan pasti yang lebih mengerti bagaimana dan apa inti dari semua permasalahan dan bagaimana penyelesaiannya.

Kini harapanku berubah Tuhan. Harapanku bahwa dia yang menjadi ibu dari anakku sudah berubah dan sudah mulai luntur.
Entahlah, mungkin aku masih terlalu lekat terpengaruh emosi, tapi semua sudah aku usahakan untuk kukendalikan.

Kini harapanku: "Biarlah aku bisa menerima kehilangan sesuatu yang sangat berharga di hidupku."

Itu doa dan harapanku Tuhan. Aku tidak sanggup sakit hati lagi.

Kiranya Tuhan yang memberikan yang terbaik untuk dirinya, untukku.


Bantulah Tuhan, agar aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan.

AMIN!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar